RUANG LINGKUP MANAJEMEN KEUANGAN

3 November, 2008 at 5:24 pm (Uncategorized)

RUANG LINGKUP MANAJEMEN KEUANGAN

DEFINISI MANAJEMEN KEUANGAN

MANAJEMEN KEUANGAN :

Manajemen yang mengkaitkan pemerolehan (acquitition), pembiayaan /pembelanjaan (financing) dan manajemen aktiva dengan tujuan secara menyeluruh dari suatu perusahaan. (Manajemen terhadap fungsi keuangan)

Semua kegiatan / aktivitas perusahaan yang bersangkutan dengan usaha mendapatkan dana yang dibutuhkan oleh perusahaan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut seefisien mungkin.

Manajemen keuangan dalam perkembangannya telah berobah :

• Dari studi yang bersifat deskriptif menjadi studi yang meliputi analisa & teori yang normative

• Dari bidang yang meliputi penggunaan dana / alokasi dana, manajemen dari aktiva & penilaian perusahaan di dalam pasar secara keseluruhan

• Dari bidang yang menekankan pada analisa extern perusahaan menjadi bidang yang menekankan pada pengambilan keputusan di dalam perusahaan

Pada hakekatnya masalah manajemen keuangan adalah :

Menyangkut masalah keseimbangan finansial didalam perusahaan yaitu mengadakan keseimbangan antara aktiva dengan pasiva yang dibutuhkan serta mencari susunan kwalitatif daripada aktiva & pasiva tersebut dengan sebaik-baiknya.

Pemilihan susunan kwalitatif daripada aktiva akan menentukan ‘ Struktur Kekayaan Perusahaan ‘

Pemilihan susunan kwalitatif daripada pasiva akan menentukan ‘ Struktur Finansial’ & ‘ Struktur Modal ‘ Perusahaan.

Peranan MK dalam perusahaan (Peluang karier dalam MK):

• Bertanggung jawab terhadap tiga keputusan pokok manajemen keuangan (pemerolehan (acquitition), pembiayaan /pembelanjaan (financing) dan manajemen aktiva secara efisien)

• Meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat.

• Menghadapi tantangan dalam mengelola aktiva secara efisien dalam perubahan yang terjadi di lingkungan :

• persaingan antar perusahaan,

• perekonomian dunia yang tidak menentu,

• perubahan teknologi

• tingkat inflasi dan bunga yang berfluktuasi

1. Fungsi penggunaan dana (Allocation of fund)

Keputusan investasi/Capital budgeting / Investment decition

Pembelanjaan aktif

o Bagaimana menggunakan dana secara efisien

o Alokasi ke AL & AT (aktiva riil)

2. Fungsi mendapatkan dana (raising decision) / Obtion of funds

o Keputusan pembelanjaan /Financing decision

o Pembelanjaan pasif

o Bagaimana memperoleh dana yang paling efisien (murah)

o Tercermin di neraca sisi pasiva

LINGKUP MANAJEMEN KEUANGAN

Pembicaraan tentang keputusan-keputusan dalam bidang keuangan, yaitu keputusan investasi, keputusan pembelanjaan & kebijaksanaan dividen dengan tujuan memaximumkan nilai perusahaan atau memaximumkan kemakmuran pemegang saham.

Pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen keuangan, yaitu penggunaan dana & memperoleh dana, lewat keputusan-keputusan investasi, pembelanjaan & kebijaksanaan dividen agar nilai perusahaan bias meningkat.

Aliran kas antara pasar modal & operasi

Penjelasan:

1. Kas diperoleh dengan menjual financial asset (saham, obligasi/sekuritas lain) atau mendapatkan kredit dari bank atau sumber lain

2. Dana yang diperoleh dari pemberi dana digunakan untuk membeli real assets yang digunakan dalam operasional perusahaan

3. Apabila perusahaan bekerja dengan baik, real asset menghasilkan aliran kas masuk yang lebih besar dari jumlah yang dibayarkan(dikeluarkan) pada saat investasi

4. Pada akhirnya kas tersebut direinvestasikan atau dikembalikan kepada pemodal (pemegang obligasi maupun bank)

Keputusan dalam Manajemen Keuangan

1. Keputusan investasi (Investment decision)

Keputusan ini meliputi penentuan aktiva riil yang dibutuhkan untuk dimiliki perusahaan,

2. Keputusan pembelanjaan (Financing decision)

Keputusan yang berkaitan dengan bagaimana mendapatkan dana yang akan digunakan untuk memperoleh aktiva riil yang diperlukan.

3. Kebijakan deviden (deviden policy)

4. Keputusan Manajemen Aktiva

Keputusan yang berkaitan dengan pengelolaan/penggunaan aktiva dengan efisien (biasanya lebih memperhatikan manajemen aktiva lancar (kas, piutang dan sediaa) Pasar Modal (Pemodal yang memiliki Aktiva financial) Operasi Perusahaan (Sekelompok Aktiva Riil) Manajer Keuangan TUJUAN MANAJEMEN KEUANGAN Perkembangan memaksimumkan l dengan alasan memaksimumkan laba berarti tdk mempertimbangakan nilai waktu uang, risiko dan return masa datang tidak dipertimbangkan, kebijakan dividen tidak dipertimbangkan Memaksimumkan nilai perusahaan / kesejahteraan para pemegang saham melalui memaksimumkan harga pasar saham perusahaan. tujuan yg lebih tepat/relevan. dengan alasan harga pasar mencerminkan evaluasi pasar terhadap prestasi perusahaan saat ini dan masa yad, mempertimbangkan kapan return diterima, jangka waktu terjadinya, risiko dari return dan kebijakan dividen. Tujuan Manajer Keuangan

Merencanakan untuk memperoleh & menggunakan dana untuk memaximalkan nilai obligasi Fungsi Utama Manajer Keuangan

Merencanakan memperoleh & menggunakan dana untuk menghasilkan kontribusi yang maximum terhadap operasi yang efisien dari suatu organisasi Manajemen Keuangan sering disebut ‘ Manajemen Aliran Dana ‘, karena :

Dari waktu ke waktu akan ada dana yang masuk & keluar dar perusahaan

Dana yang berasal dari berbagai sumber (internal & eksternal financing ) dialokasikan untuk berbagai penggunaan. Sejarah Perkembangan Keuangan : Disiplin keuangan mengalami perkembangan dari disiplin yang deskriptif menjadi makin nalisis dan teoritis (sumbangan dari ekonom sangat besar). Dari yang lebih menitik beratkan dari sudut pandang pihak luar menjadi berorientasi pengambilan keputusan bagi manajemen.

Permalink 1 Komentar

BISAKAH KITA BERFIKIR

3 November, 2008 at 4:34 pm (Uncategorized)

Di dunia ini ada 2 tipe orang; pertama thinker/conceptor, yakni orang yang terus berpikir menemukan suatu konsep, sistem, metode ataupun pemikiran baru. Orang tipe ini cenderung menganalisis suatu masalah dahulu sebelum memberikan tanggapan. Kedua, follower, yakni orang yang kalau disuruh berpikir akan berat untuk melaksanakan, dia memilih sebagai eksekutor. Orang seperti ini cenderung memberikan tanggapan tanpa dipikir secara mendalam, langsung nyeplos. Orang seperti ini pula, peran sertanya sebagai agent of changes sangat kecil.

Ada 3 buku yang mengajak saya untuk berpikir. Buku yang pertama adalah bukunya Robert T. Kiyosaki, yang berjudul Cashflow Quadrant (tahun 2001). Dalam buku tersebut ada kisah menarik dari Henry Ford; pendiri dari Ford Company. Tahukan mobil produk Ford yang pernah menjadi sponsor Euro 2006 dahulunya banyak dipakai untuk taksi di Indoneisa? Tahukah jika Henry Ford belum pernah merasakan bangku kuliah? Lewat perusahaannya, Ford menjadi jutawan terkenal di jamannya, sebelum PD II.

Pada tahun 1900-an mobil masih langka sehingga harganya mahal dan sedikit yang memilikinya. Melihat kenyataan tersebut, Henry Ford, lulusan SMU dan ahli mesin mempunyai impian untuk membuat mobil massal yang murah sehingga banyak orang yang dapat memilikinya. Dia kerja keras di dalam bengkelnya untuk mewujudkan impiannya itu. Teman, tetangga dan koleganya hanya mencibir, mengejek dan mengatakan dia hanya melakukan kegiatan yang sia-sia, kegiatan yang tidak akan terwujud. Hanya istrinya yang memberikan support. Kegigihan dalam mewujudkan impiannya tidak sia-sia, dia berhasil membuat mobil impiannya yang murah. Tak lama kemudian dia menjadi jutawan di perusahaannya.

Suatu saat ada beberapa orang ahli mengejek Ford, meremehkannya bahwa dia tidak tahu apa-apa di bidang mesin, manajemen, ekonomi, dlsb. Kemudian Ford mengundang orang-orang yang meremehkan itu dalam suatu diskusi di kantornya. Ford menantang orang-orang itu agar memberikan pertanyaan yang sulit kepadanya. Ford akan menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit tersebut. Akhirnya semua orang yang meremehkannya memberikan pertanyaan yang dianggap paling sulit ke Ford. Setelah selesai mencatat pertanyaan itu, Ford meraih gagang telepon di meja depannya dan menelepon pegawainya yang ahli di bidang mesin, manajemen, ekonomi, dlsb. Pegawainya diminta menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya. Setelah semua pertanyaan selesai terjawab, Ford mengatakan ke semua tamunya; ”Pekerjaanku hanyalah berpikir.” Ford mengatakan lagi sambil tersenyum memandang ke tamunya; ”Berpikir itu pekerjaan yang paling sulit di dunia, untuk itulah hanya sedikit yang melakukannya.”

Buku yang kedua adalah bukunya Harun Yahya, Deep Thinking (tahun 2001). Isi buku ini mengajarkan bagaimana kita berpikir. Yang pertama kali wajib untuk dipikirkan secara mendalam oleh setiap orang adalah tujuan dari penciptaan dirinya. Setiap perjalanan hidupnya dipikirkan, baik ketika bangun dari tidurnya, saat makan, dalam perjalanan, ketika mengerjakan sesuatu, dan lain sebagainya.

Buku yang ketiga adalah berjudul Can Asians Think?, Bisakah Orang Asia Berpikir?(tahun 2005) karya Kishore Mahbubani. Penulis adalah kolumnis tingkat dunia dari Singapura, keturunan India. Sangat menarik membaca buku ini. Pertanyaan yang diajukan sensitif dan provokatif bagi bangsa-bangsa Asia karena bisa menyinggung harga diri dan identitas mereka. Tentu saja pertanyaan itu tidak ditujukan kepada bangsa-bangsa maju, seperti Eropa, Amerika Utara, Australia, Asia Timur (Jepang, Korsel dan China) dan Singapura. Pertanyaan ini pula pantas ditujukan kepada bangsa kita yang baru terpuruk dalam segala bidang.

Menurut Mahbubani, ada tiga jawaban yang bisa diberikan atas pertanyaan itu: ”Tidak”, ”Bisa” atau ”Mungkin”. Barangkali jawaban cenderung ke ”Mungkin”, sebab terdapat sejumlah alasan untuk mengatkan ”Tidak” atau ”Bisa”. Mampu mengatakan ”Bisa” jika bertolak pada harga dirinya, atau mengatakan ”Tidak” jika melihat fakta sejarah dan kondisi aktual. Jika dipersentasekan, 50% akan menjawab ”Mungkin”, 20% ”Tidak” dan 30% ”Bisa”. Pola jawaban pun tergantung pada kelompok yang ditanyai, politiso, pengusaha, budayawan, masyarakat awam atau cendekiawan.

Jika bangsa seperti Indonesia mampu menemukan pertanyaan seperti itu, maka itu tandanya bangsa itu sebenarnya mampu berpikir. Menurut Mahbubani, bangsa-bangsa barat mungkin tidak suka jika pertanyaan seperti itu muncul pada suatu bangsa di Dunia Ketiga. Sebab menurutnya, bangsa-bangsa yang menyadari kelemahannya, bisa jadi justru bangkit dan mencapai derajat kesuksesan seperti bangsa-bangsa Barat. Lihat China mampu berkembang hanya dalam tempo 10 tahun, dibandingkan dengan Inggris 58 tahun, AS 47 tahun, dan 33 tahun bagi Jepang. Indonesia bisa dianggap seperti China pada masa Orde Baru jika tidak dilandai krisis 1997.


Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Bahasa Cinta (جبران خليل جبران بن ميخائيل بن سعد)

31 Oktober, 2008 at 9:27 am (Uncategorized)

Bila cinta memanggilmu, turutilah bersamanya Kendati jalan yang mesti engkau lalui sangat keras dan terjal. Ketika sayap-sayapnya merangkulmu, maka berserah dirilah padanya Sekalipun pedang-pedang yang bersemayam di balik sayap-sayap itu mungkin akan melukaimu. Ketika ia bertutur kepadamu, maka percayalah padanya Walaupun suaranya akan memporak porandakan mimpi-mimpimu laksana angin utara yang meluluh-lantakkan tetanaman.

Cinta akan memahkotai dan menyalibmu. Menyuburkan dan mematikanmu. Membumbungkanmu terbang tinggi, mengelus pucuk-pucuk rerantinganmu yang lentik dan menerbangkanmu ke wajah matahari. Namun cinta juga akan mencekik dan menguruk-uruk akar-akarmu sampai tercabut dari perut bumi

Serupa dengan sekantong gandum, cinta menyatukan dirimu dengan dirinya. Meloloskanmu sampai engkau bugil bulat. Mengulitimu sampai engkau terlepas dari kulit luarmu. Melumatmu untuk memutihkanmu

Meremukkanmu sampai engkau menjelma liat

Lantas,

Cinta akan membopongmu ke kobaran api sucinya, sampai engkau berubah menjadi roti yang disuguhkan dalam suatu jamuan agung kepada Tuhan

Cinta melakukan semua itu hanya untukmu sampai engkau berhasil menguak rahasia hatimu sendiri. Agar dalam pengertian itu engkau sanggup menjadi bagian dari kehidupan. Jangan sekali-kali engkau ijinkan ketakutan bersemayam di hatimu. Supaya engkau tidak memperbudak cinta hanya demi meraup kesenangan. Sebab memang akan jauh lebih mulia bagimu. Untuk segera menutupi aurat bugilmu dan meninggalkan

altar pemujaan cinta. Memasuki alam yang tak mengenal musim. Yang akan membuatmu bebas tersenyum, tawa yang bukan bahak, hingga engkau pun akan menangis, air mata yang bukan tangisan

Cinta takkan pernah menganugerahkan apa pun kecuali wujudnya sendiri. Dan tidak sekali-kali menuntut apapun kecuali wujudnya sendiri itu pula. Cinta tidak pernah menguasai dan tidak pernah dikuasai. Lantaran cinta terlahir hanya demi cinta

Manakala engkau bercinta, jangan pernah engkau tuturkan, “Tuhan bersemayam di dalam lubuk hatiku”. Namun ucapkanlah, “Aku tengah bersemayam di lubuk hati Tuhan”. Jangan pula engkau mengira bahwa engkau mampu menciptakan jalanmu sendiri Sebab hanya dengan seijin cintalah jalanmu akan terkuak. Cinta tidak pernah mengambisikan apapun kecuali pemuasan dirinya sendiri. Tetapi bila engkau mencintai dan terpaksa mesti menyimpan hasrat, maka jadikanlah hasratmu seperti

ini:

Melumatkan diri dan menjelma anak-anak sungai yang gemericik mengumandangkan tembang ke ranjang malam Memahami nyerinya rasa kelembutan. Berdarah oleh pandanganmu sendiri terhadap cinta. Menanggung luka dengan hati yang penuh tulus nan bahagia. Bahagia dikala fajar dengan hati mengepakkan sayap-sayap. Dan melambaikan rasa syukur untuk limpahan hari yang berbalur cinta. Merenungkan muara-muara cinta sambil beristirahat di siang hari Dan kembali dikala senja dengan puja yang menyesaki rongga hati.

Lantas,

Engkaupun berangkat ke peraduanmu dengan secarik doa yang disulurkan kepada sang tercinta di dalam hatimu yang diiringi seuntai irama pujian yang meriasi bibirmu…

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar